my blog

http://dedysuarjaya.blogspot.com // follow @suarjayadedy

Kamis, 16 September 2010

Akuntansi Pembiayaan

Kodifikasi
Kelompok penerimaan pembiayaan terdiri atas jenis pembiayaan, sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu, pencarian dana cadangan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian  pinjaman  daerah,penerimaan piutang daerah,  dan hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan. Untuk kelompok pengeluaran pebiayaan, jenis pembiayaan yang ada adalah pembentukan dana cadangan, penyertaan modal (investasi) pemda,pembayaran pokok utang, dan pemberian pinjaman daerah.
Penerimaan pembiayaan.
Penerimaan pembiayaan adalah semua penerimaan yang terdapat pada rekening kas umum daerah. Kelompok penerimaan pembiayaan terdiri atas jenis pembiayaan berikut:
1.      Sisa lebih anggaran tahun lalu. Merupakan sumber pembiayaan yang berasal dari sisa anggaran tahun laluyang mencakup ppenghematan belanja, kewajiban pada pihak ketiga yang sampai pada akhir tahun belum terselesaikan, sisa dana kegiatan lanjutan, dan semua pelampauan atas peneriman daerah.
2.      Pencarian dana cadangan. Merupakan sumber pembiayaan yang bersumber dari penyisihan atas peneriaan daerah, kecuali dari dana alokasi khusus, pinjaman daerah atau penerimaan lain yang penggunaannya dibatasi oleh pengeluaran tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan.
3.      Penerimaan pinjaman daerah. Merupakan sumber pembiayaan berasal dari kegiatan meminjam dana termasuk menerbitkan obligasi.
4.      Penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah. Merupakan sumber pembiayan yang didapat dari diterimanya kembali sejumlah pinjaman yang telah diberikan kepada pemerintah pusat atau pemda lainnya.
5.      Penerimaan piutang daerah. Merupakan sumber pembiayaan yang berasal dari pelunasan piutang pihak ketiga seperti penerimaan piutang daerah, pemerintah pusat , pemda lainnya, lembaga keuangan bukan bank atau bank, serta penerimaan piutang lainnya.
6.      Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan. Merupakan sumber pembiayaan yang berasal dari penjualan perusahaan milik derah/BUMD, dan penjualan aset milik pemda yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga atau hasil divestasi penyertaan modal pemda.
Pengeluaran pembiayaan
Pengeluaran daerah adalah sumber pembiayaan yang ditujukan untuk mengalokasikan sueplus anggaran. Kelompok pembiayaan pengeluaran daerah terdiri atas jenis pembiayaan berikut:
1.   Pembentukan dana cadangan. Dana cadangan adalah dana yang disishkan untuk menampung kebutuhan yang memerlukan dana relatif besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran.
2.   Penyertaan modal (investasi pemda). Merupakan sumber pembiayaan yang   berupa kegiatan penyertaan modal (investasi)
3.   Pembayaran pokok utang. Akun pembayaran pokok utang digunakan untuk menggambarkan menganggarkan pembayaran kewajiban atas pokok utang yang dihitung berdasarkan perjanjian pinjaman jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
4.   Pemberian pinjaman daerah. Akun pemberian pinjaman daerah digunakan untuk menganggarkan pinjaman yang diberikan kepada pemerintah pusat atau pemda lain.
Pembiayaan neto
Pembiayaan neto adalah selisih antara penerimaan daerah setelah dikurangi pengeluaran daerah dalam periode tahun anggaran tertentu. Selisih lebih atau kurang antara penerimaan pembiayaan setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan dalam periode pelaporan dicatat dalam pos pembiayaan neto.
Definsi, pengakuan, dan pengukuran
Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah,baik penerimaan maupun pengeluaran, yang perlu dibayar atau akan diterima kembali , yang dalam penganggarannya oleh pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit dan atau memanfaatkan surplus anggaran.
Penerimaan daerah diakui pada saat diterima pada rekening kas umum daerah. Pengeluaran daerah diakui pada saat dikeluarkan dari rekening kas umum daerah.
Pengukuran pembiayaan menggunakan mata uang rupiah berdasarkan nilai sekarang kas yang diterima atau yang akan diterima dan nilai sekarang kas yang dikeluarkan atau akan dikeluarkan. Pembiayaan yang diukur dengan mata uang asing dikonversi ke  mata uang rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah bank Indonesia) pada tanggal pengakuan pembiayaan.
Akuntansi surplus/defisit
Surplus adalah selisih lebih antara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan. Defisit adalah selisih kurang antara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan. Apabila terjadi surplus, diutamakan untuk pembayaran pokok utang, penyertaan modal daerah, pemberiaan pinjaman kepada pemerintah pusat/pemda lainnya dan atau untuk pendanaan belanja peningkatan jaminan sosial.
Akuntansi aset
Kodifikasi
Setiap jenis aset dirinci menurut objek aset dan setiap objek aset dirinci menurut rincian objek aset. Kode rekening aset selengkapnya dapat diamati pada bagian lampiran.
Aset jangka pendek
Suatu aset diklasifikasikan sebagai aset jangka pendek jika diharapkan segera untuk direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk dijual dalam waktu dua belas bulan sejak tanggal pelaporan,atau berupa kas dan setara kas. Kelompok aset jangka pendek meliputi aset berikut:
1. Kas daerah
2. Kas di bendahara penerimaan
3. Kas di bendahara pengeluaran
4. Investasi dalam saham
5. Investasi dalam obligasi
6. Piutang pajak
7. Piutang retribusi
8. Piutang dana bagi hasil
9. Piutang dana alokasi umum
10.  Piutang dana alokasi khusus
11.  Piutang bagian jangka pendek penjualan angsuran
12.  Piutang ganti rugi ataskekayaan daerah
13.  Piutang hasil penjualan barang milik daerah
14.  Piutang  dividen
15.  Piutang bagi hasil laba usaha perusahaan daerah
16.  Piutang fasilitas sosial dan umum
17.  Persediaan alat tulis kantor
18.  Persediaan alat listrik
19.  Persediaan material/bahan
20.  Persediaan benda pos
21.  Persediaan bahan bakar
22.  Persediaan bahan makanan pokok
Investasi jangka panjang
Investasi jangka panjang adalah investasi yang dimaksudkan untuk dimiliki selama lebih dari dua belas bulan. Investasi jangka panjang antara lain terdiri atas:
1. Investasi nonpermanen, yaitu investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan, meliputi: pembelian surat utang negara, penanaman modal dalam proyek pembangunan yang dapat dialihkan kepada pihak ketiga, investasi non permanen lainnya.
2. Investasi permanen, yaitu investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara berkelanjutan, meliputi: penyertaan modal pemerintah pada perusahaan negara/ perusahaan daerah, lembaga keuangan negara, badan hukum milik negara, badan international dan badan hukum lainnya bukan milik negara.
Kelompok ini terdiri dari aset berikut:
1.      Pinjaman pada perusahan negara
2.      Pinjaman pada perusahaan daerah
3.      Pinjaman pada pemda lainnya
4.      Investasi dalam surat utang negara
5.      Investasi nonpermanen lainnya
6.      Penyertaan modal pemda
7.      Penyertaan modal dalam proyek pembangunan
8.      Penyertaan modal perusahaan patungan
9.      Investasi permanen lainnya
Aset tetap
Aset tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari dua belas bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Aset tetap terdiri atas:
1.      Tanah
2.      Peralatan dan mesin
3.      Gedung dan bangunan
4.      Jalan, jaringan, dan instalasi
5.      Aset tetap lainnya
6.      Konstruksi dalam pengerjaan
7.      Akumulasi penyusutan
Dana cadangan
Dana cadangan adalah dana yang disisihkan untuk menampung kebutuhan yang memerlukan dana relatif besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran.
Aset lainnya
Aset lainnya merupakan aset selain aset jangka pendek dan aset nonjangka pendek , terdiri atas:
1.      Aset tidak berwujud
2.      Tagihan piutang penjualan angsuran yang jatuh tempo lebih dari dua belas bulan
3.      Tagihan tuntutan ganti kerugian daerah
4.      Kemitraan dengan pihak ketiga
5.      Aset lain-lain
Definisi, pengakuan, pengukuran, penilaian,dan pengungkapan
Definisi
Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk menyediakan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.
Pengakuan
Aset diakui pada saatpotensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh oleh pmerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. Untuk dapat diakui sebagai aset tetap , suatu aset harus berwujud dan memenuhi kriteria:
1.      Mempunyai masa manfaat lebih dari dua belas bulan
2.      Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal
3.      Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam opersi normal entitas
4.      Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar