my blog

http://dedysuarjaya.blogspot.com // follow @suarjayadedy

September 17, 2010

CHAPTER 6 (AKUNTANSI ITERNASIONAL)


Karena rendahnya tingkat transparansi yang diduga menjadi penyebab krisis, ini sudah diduga bahwa transparansi pelaporan keuangan perusahaan di Indonesia telah meningkat setelah krisis. Peningkatan signifikan tingkat transparansi di Indonesia, dalam semua yang diperintahkan dan indeks kalkulatif/sukarela (voulantary indicies), ini diteliti pada antara tahun1996 dengan 2000. Tetapi level trasparansi pada tahun 2000 tetap secara rata-rata masih rendah. Peningkatan ini terjadi karena adanya perubahan PSAK, tetapi juga karena meningkatnya kepatuhan terhadap standar yang berlaku dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
            Level sederhana dari transparansi ditemukan oleh Morris et al. (2004) yang uga konsisten dengan La Porte et al, (1998), yang melaporkan bahwa, di 49 negara yang tersebar luas,kualitas informasi terbalik dalam hubungannya dengan konsentrasi kepemilikan saham dan perlindungan dari pemegang saham minoritas dari pengambil alihan oleh orang dalam.

TREND PELAPORAN PERUSAHAAN
Pengungkapan informasi dalam laporan direktur dalam konteksnya dari tiga kategori pengungkapan yang diterima secara umum adalah: tinjauan perusahaan (corporate review), tinjauan operasi (operation review), dan tinjauan keuangan (financial review).
            Tinjauan perusahaan (corporate review) mencakup pengungkapan informasi yang berkaitan dengan kinerja keseluruhan dari perusahaan. Grup ini mencakup: pernyataan pimpinan, tinjauan dari strategi dan hasil perusahaan, informasi eksternal dan tak terduga, akuisisi dan penyelesaian informasi, informasi sumber daya manusia, informasi tanggung jawab sosial, informasi riset dan pengembangan, informasi program investasi, dan informasi prospek ke depannya.
            Tinjauan operasi di sisi lainnya, meliputi: diskusi dan analisis operasi yang lebih detail, analisis terpisah dari segmen bisnis dan geografi. Kemudian tinjauan keuangan termasuk diskusi dan analisis dari hasil, likuiditas dan sumber daya modal, valuasi aset dan inflasi.

INFORMASI TINJAUAN PERUSAHAAN
Tinauan perusahaan adalah tinjauan dari kegiatan bisnis sebuah perusahaan sebagai ruang lingkup persyaratan instruksi Uni eropa keempat (1978) dan ketujuh (1983) yang utuh dan konsisten. Isi dari tinjauan perusahaan terdiri dari:
  • Pernyataan pimpinan. Pernyataan ini meliputi program pengetahuan dari pimpinan dan chief eksekutif didalam peranan kepemimpinannya dalam kinerja dan performa keseluruhan perusahaan.
  • Tinjauan strategi dan hasil perusahaan . MNEs selalu menyediakan beberapa data dan komentar naratif atas tinjauan hasil dan strategi perusahaannya. Pernyataan misi atau pernyataan tujuan meningkat seiring dengan tekanan pasar saham.
  • Komentar atas informasi eksternal dan tidak terduga. MNEs juga mungkin menyediakan komentar atas dampak dari kegiatan eksternal seperti nilai tukar mata uang, tingkat suku bunga, kebijakan pemerintah,kondisi pasar, dan kompetisi asing.
  • Informasi atas akuisisi dan penyelesaian. Diskusi atas bagian ini tidak begitu tersebar luas ditempat lain. Informasi ini hanya di temukan di Amerika dan Inggris dan sangat jarang ditemukan di tempat lain.

  • Informasi sumber daya manusia. Banyak MNEs yang menyediakan iformasi yang relevan mengenai SDMnya. Pengungkapan ini sering kali sudah termasuk dengan manajemen dan struktur organisasi begitu juga dengan tenaga kerja dan pegawai.
  • Informasi nilai tambah. Meskipun perusahaan AS menganggap bahwa informasi nilai tambah adalah pengungkapan yang menghabiskan banyak biaya, tetapi informasi ini sreing sekali terbukti berguna dan menarik untuk dibaca. Pernyataan nilai tambah ini menunjukan finansial perusahaan, kontribusi pemegang saham, dan khususnya pegawai sampai ke performa bisnis.
  • Informasi tanggung jawab sosial. Kata tanggung jawab sosial dalam hal ini mengarah kepada akuntabilitas ke masyarakat sebagai penghormatan utuh terhadap hak-hak publik seperti keamanan lingkungan, keamanan publik, lapangan kerja bagi masyarakat disekitar lingkungan perusahaan.
  • Informasi riset dan pengembangan (R&D). Ini secara umum diterima bahwa R&D adalah bagian penting dalam kesuksesan perusahaan dalam jangka panjang.  Informasi tentang aktivitas R&D diungkapkan hanya oleh sebagian kecil MNEs.
  • Informasi Program Investasi. Hal ini diterima secara umum bahwa kualitas dari pengeluaran modal perusahaan, berlawanan dengan bisnis yang sedang berjalan dari perusahaan lain, ini adalah faktor penting dalam kesuksesan perusahaan untuk jangka panjang. tetapi informasi ini hanya disediakan oleh sekelompok kecil MNEs. Tingakatan pengungkapan relatif tinggi di Australia, Selandia Baru, Swiss dan Inggris.
  • Informasi prospek di masa yang akan datang. Pengguna sering sekali cenderung tertarik dalam meningkatkan pengertian mereka tentang  aktivitas MNEs sekarang dan di masa yang lalu, tetapi mereka sering sekali tertarik untuk mengetahui prospek kedepan dari suatu perusahaan. Informasi mengenai prospek bisnis di masa depan diungkapkan oleh sebagian besar MNEs. Tetapi informasi ini biasanya tersedia dalam bentuk komentar narasi.

TINJAUAN OPERASI
Tinjuan operasi berkaitan dengan aktivitas dari berbagai segmen operasi perusahaan. Disini adalah bagian dimana tinjauan yang lebih detail mengenai aktivitas bisnis disediakan dalam basis disagregat. Pelaporan segmental sekarang adalah praktik yang didirikan dengan baik dalam pengungkapan informasi oleh MNEs. Dalam praktiknya sebagian besar MNEs menyediakan komentar narasi tambahan dan terkadang data kuantitatif atas basis segmental dalam tinjauan operasi mereka.
·        Tinjauan segmen bisnis. Adalah praktik umum MNEs dalam menyediakan tinjauan operasi atas operasi yang dikategorikan oleh segmentasi bisnis dan mayoritas substansial. Tinjauan in sering sekali bersifat luas, berisi data narasi dan  kuantitatif. Di negara dimana persyaratan pemerintah atas pengungkapan data segmental kuantitatif telah diperkenalkan (contohnya Jepang, Italy, dan Swiss), data ini sering sekali tergabung secara sukarela dengan tinjauan operasi.
·        Tinjauan atas segmen operasi internasional dan geografis. Sebagai lawan dari segmen bisnis, sebuah tinjauan atas operasi dikategorikan menjadi segmen geografis yang biasanya kurang lazim dalam praktik. Tetapi, diskusi


mengenai aktivitas dalam basis geografis sering sekali tergabung dalam segmen analisis bisnis. Beberapa MNEs juga menyediakan tinjauan segmen internasional dan operasi geografis sebagai tambahan dari tinjauan segmen operasi bisnis.

TINJAUAN FINANSIAL
Tinjauan finansial terkait dengan diskusi dan analisis dari hasil finansial dan posisi perusahaan seutuhnya. Tinjauan finansial terdiri dari:
  • Analisis Hasil. MNEs AS konsisten dengan persyaratan SEC yang secara umum menyediakan diskusi yang lebih luas atas kegiatan dengan dampak potensial terhadap pendapatan. Juga termasuk dengan korelasi dengan trend di masa lalu dengan penjualan dan pendapatan saat ini. Rekonsiliasi atas penyebab yang ada dan pengaruh ekonomis dengan perubahan dalam penjualan di tahun ini dan pengungkapan atas berbagai masalah yang diperkirakan berdampak kepada operasi di masa depan.
  • Analisis atas likuiditas dan sumber daya kapital. Tingkatan pengungkapan ini relatif tinggi di Prancis, Jerman, Italy, Belanda, Inggris dan AS. Dengan catatan, MNEs AS biasanya menyediakan diskusi yang lebih luas, konsisten dengan persyaratan SEC, dan berurusan dengan obligasi pendanaan dibawah kontrak yang ada perkiraan atas kontrak di masa yang akan datang, termasuk pendanaan atas perluasan proyek bisnis.
  • Analisis atas nilai aset dan inflasi. Diskusi mengenai penilaian aset dan dampak dari inflasi jarang sekali diungkapkan dalam praktiknya oleh MNEs. Ini patut diperhatikan, bahwa pengungkapan ini baik dalam bentuk naratif maupun data, adalah terang sekali di Belanda, Swiss, Swedia, dan Inggris.

FREKUENSI DAN WAKTU PELAPORAN
Pengungkapan yang lebih jauh lagi mengeluarkan perrhatian terhadap waktu dan frekuensi pelaporan oleh MNEs. Keperluan agar informasi lebih sering diperbaharui menjadi semakin penting untuk investor dalam konteks pasar sekuritas internasional. Dalam praktiknya, perkembangan dari pelaporan tahunan, menjadi per semester, dan bahkan menjadi basis empat bulanan (cawu).
            Di AS dan Kanada mereka menggunakan pelaporan dengan basis empat bulanan. Sedangkan di Eropa mereka mensyaratkan perusahaan yang terdaftar dalam bursa saham agar menyiapkan laporannya per semester. Sejumlah MNEs juga secara sukarela menyediakan laporan berbasis empat bulan yang belum diaudit untuk merespon pasar saham dan tekanan dari investor.

TEKANAN YANG TERUS TUMBUH UNTUK TRANSPARANSI
Ada tekanan yang terus tumbuh diseluruh dunia untuk mempromosikan “transparansi” dan pengungkapan konsisten yang seiring dengan pertumbuhan pasar dunia dan investasi. Peraturan pengungkapan bervariasi dalam dunia internasional dan sering sekali terjadinya kekurangan transparansi.
            Meskipun banyak sekali MNEs yang tidak ingin mengungkapkan informasi tambahan, banyak juga MNEs yang mau dengan sukarela agar bisa sesuai dengan pemegang saham eksternal, khususnya investor. Tetapi, sifat dari pengungkapan tidak

hanya tergantung kepada faktor pasar modal internasional, tetapi juga kepada kepedulian loka,l nasional dan tradisi. IASB berusaha untuk meningkatkan standar pengungkapan secara global. Salah satu area yang paling penting mempedulikan pengungkapan segmental dimana standar terakhir berusaha untuk mengukapkan resiko dari MNEs atas basis yang lebih strategis dan mudah dilihat.

No comments:

Post a Comment